![]() |
Korban Penganiayaan |
WARTA BIMA,- Kasus penganiayan terhadap korban, Bayu Fatih Alfarabi pelajar asal Dusun Fo'omboto Desa Maria Kecamatan Wawo yang terjadi pada Jum,at malam kemarin (21/2), rupanya memantik kemarahan dari sejumlah keluarga korban. Karena pihak Kepolisian Polsek Wawo hingga saat ini belum juga menangkap pelaku penganiayaan tersebut.
Salah seorang keluarga korban, H. Kasnun H. Ahmad mendesak jajaran Kepolisian Resort Wawo, agar secepatnya menangkap pelaku yang telah melukai korban sekaligus pona,anya tersebut. "Pokoknya, saya minta pihak penyidik Polsek Wawo harus mengusut tuntas kasus ini. Karena pona,an saya nyaris meninggal dunia akibat dihantam batu besar oleh si pelaku misterius itu," ungkap H. Kasnun via Ponselnya, Minggu pagi (23/2).
Tokoh besar sekaligus pengusaha terkemuka di Kecamatan Wawo ini menegaskan, jika aparat keamanan yang bertugas di Polsek Wawo tidak serius untuk menangkap pelaku penganiayaan tersebut. Maka dalam waktu dekat, pihaknya berjanji akan mengadukan sekaligus melaporkan kasus ini kepada pihak Kepolisian Daerah (Polda) NTB.
"Kalau cara kerjanya Polsek Wawo seperti ini, saya akan lapor ke Polda NTB paling lambat besok atau lusa," pungkas H. Kasnun.
![]() |
Korban masih dirawat di Puskesmas Wawo |
Ditempat terpisah, seorang korban, Bayu Fatih Alfarabi didampingi orang tuanya Miftahul Hasanah ketika ditemui awak Media di Puskesmas Wawo, Minggu siang (23/2) menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya. Pada Jum,at malam sekitar pukul 21.30 Wita, ia mengaku sedang duduk bersama 3 orang temannya di TKP Pos Jaga (Pos Kamling) yang berlokasi di Dusun Fo,omboto Desa Maria Kecamatan Wawo.
Saat itu kata Bayu, tiba-tiba datang dua orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor. Tanpa basa-basi satu orang langsung menghantam bagian Telinga kirinya dari jarak dekat menggunakan batu yang cukup besar. Setelah kejadian itu, korban tak bisa melihat apa-apa lagi, karena kondisinya tidak sadarkan diri (Pingsan) akibat dihantam batu besar.
"Sebagai barang buktinya (BB), batu besar itu sekarang sudah kami serahkan ke pihak Polsek Wawo, bersamaan dengan laporan penganiayaan yang kita masukan sesaat setelah kejadian," tutur Bayu bersama ibunya.
Sejak kejadian itu hingga saat ini, korban yang masih duduk di Kelas II (XI) SMAN 1 Wawo tersebut terpaksa harus menjalani perawatan secara intensif di Puskesmas Wawo. Karena mengalami luka robek yang cukup serius dibagian Telinga kirinya.
"Salah apa anak saya kok langsung dipukul pakai batu besar. Makanya saya minta jajaran Polsek Wawo harus secepatnya menangkap pelaku biadab yang hampir membunuh anak saya ini. Lagipula ada saksi yang melihat dan ada juga rekaman CCTV disekitar TKP untuk memudahkan kerja polisi dalam mengungkap kasus ini," tandas Miftahul Hasanah.
![]() |
Kapolsek Wawo, AKP. A.H. Wongso |
Sementara itu, Kapolsek Wawo, AKP. A. H. Wongso yang dikonfirmasi awak Media ini, mengaku tidak tinggal diam dalam mengungkap setiap kejadian kriminalitas. Karena jajaran Polsek Wawo terus bekerja dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, termasuk dari keluarga korban di Dusun Foomboto Desa Maria tersebut.
Menurutnya, untuk mengungkap kasus penganiayaan yang menimpa korban bernama Bayu Fatih Alfarabi tersebut, pihaknya bersama bagian Reskrim, Intel dan Tim Opsnal Polsek Wawo sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap identias dan keberadaan pelaku, termasuk memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
"Intinya, kami di Polsek Wawo tidak diam ditempat, tapi terus bekerja dan berusaha maksimal untuk menangkap pelaku yang diduga telah memukul Telinga korban menggunakan batu besar itu," imbuhnya.
Kapolsek Wongso menambahkan, pihak penyidik Polsek Wawo juga telah memeriksa rekaman CCTV dari dua toko bangunan yang ada disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tapi sayang rekaman CCTV tersebut belum menemui titik terang, karena hasilnya tampak gelap dan kabur. (WB-01)