Pencarian Korban Hilang Akibat Banjir di Desa Nangawera Dihentikan




WARTA BIMA,- Setelah berjalan 10 hari, akhirnya operasi pencarian sisa empat korban yang hilang akibat terseret banjir di Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima resmi dihentikan. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nurul Huda mengungkapkan, disetopnya proses pencarian terhadap para korban hilang tersebut, karena tim SAR gabungan telah bekerja keras untuk melakukan pencarian selama 10 hari, namun belum juga ditemukan.

"Sehingga mulai hari ini kami sudah menutup pencarian korban banjir di Desa Nanga Wera," ujar Nurul Huda, Selasa (11/2).

Menurutnya, dihentikan operasi pencarian tersebut ditetapkan melalui rapat bersama tim SAR gabungan di Kantor Desa Nanga Wera. Adapun pertimbangannya sesuai protap masa pencarian korban bencana. Kendati demikian, jika ada informasi ditemukan jasad korban, maka tim SAR gabungan akan beroperasi kembali.

Nurul Huda mengaku, pencarian korban banjir di Desa Nanga Wera dilakukan selama dua tahap. Tahap pertama berlangsung selama tujuh hari dimulai pada Minggu 2 hingga 8 Pebruari dan tahap kedua selama tiga hari, yakni terhitung mulai Minggu 9 hingga Selasa hari ini 11 Pebruari 2025.

"Total masa pencarian sudah berjalan 10 hari. Dari enam korban hilang, dua orang berhasil ditemukan sisanya belum dapat. Selama masa pencarian, dua orang korban ditemukan meninggal dunia, Aisyah (5) dan Juliani (30). (Red)