Banjir Menerjang Desa Nanga Wera, Enam Orang Dilaporkan Hilang

Banjir Bandang di Jembatan Nanga Wera


WARTA BIMA,- Peristiwa banjir bandang terjadi di Desa Nanga Wera Kecamatan Wera Kabupaten Bima, Minggu petang (2/2). Akibat kejadian tersebut, sebanyak 6 orang dilaporkan hilang dan sejumlah rumah warga hanyut terseret arus banjir.

Kepala Desa Nanga Wera, Umar yang dihubungi sejumlah wartawan mengungkapkan, enam orang yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang tersebut hingga kini masih dilakukan proses pencarian. Adapun identitas warganya yang hilang dan belum ditemukan ini antara lain, Ibrahim Sandu usia 80 tahun, Haikal (5), Aryani (32) beserta anaknya yang berumur 10 bulan, serta Juliani (30) bersama anaknya Aisyah yang baru berusia 3 bulan.

"Semua warga yang hilang ini berasal dari Dusun Karuwu Desa Nanga Wera," pungkas Umar.

Informasi yang diperoleh awak Media ini dari sejumlah warga setempat menyebutkan, banjir bandang yang melanda Desa Nanga Wera tersebut tidak hanya berdampak pada hilangnya 6 orang. Tapi sejumlah rumah warga juga kini dilaporkan sudah hanyut terbawa arus.

Sejumlah warga mengungkapkan, banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Kecamatan Wera dan sekitarnya mulai siang hingga sore. Tak hanya itu, hujan deras di wilayah tersebut juga disertai dengan angin kencang.

Warga setempat mengaku sangat panik, karena banjir yang terjadi pada Minggu sore tersebut menjadi yang paling besar khususnya di Desa Nanga Wera dan sekitarnya. Kondisi ini diperparah dengan padamnya aliran listrik akibat meledaknya satu gardu yang ada di sekitar jembatan Desa Nanga Wera. 

Hingga malam ini, sebagian warga sudah mengungsi ke tempat yang aman akibat meluapnya arus banjir hingga ke pemukiman warga. Bahkan sejak waktu Magrib arus banjir bandang tersebut belum juga surut hingga malam ini dengan ketinggian air mencapai 60 cm. (WB-01)



















.