Korupsi Tidak Selesai Kalau APH dan Pejabat Bermain




WARTA BIMA,- Penyidik Madya Tingkat II Bareskrim Polri, Kombes Pol. Rudi Heru Susanto, SH.MH mengungkapkan, korupsi ini tidak akan pernah selesai kalau oknum Aparat Penegak Hukum (APH) dan para pejabat bermain. 

Hal tersebut disampaikan Kombes Pol. Rudi HS, saat menghadiri acara Ngobrol Santai tentang Korupsi bersama jajaran Pemerintah Kota Bima di Aula Kantor KSOP Kelas II Pelabuhan Bima, Rabu (15/1). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, 9 Desember 2024.

Dalam pemaparan materinya, Kombes Pol. Rudi Heru Susanto menyebutkan bahwa korupsi di negara Indonesia sudah sangat masif terjadi. Bahkan tidak sedikit pejabat, baik itu gubernur, bupati, Walikota yang terjerat kasus korupsi. Modus praktek-praktek korupsi yang dilakukan lebih banyak terjadi pada pengadaan barang dan jasa. Ini semua imbas dari mahalnya biaya politik pasca pilkada.

"Korupsi ini mengganggu perekonomian dan menyakiti perasaan masyarakat miskin," ungkapnya.

Kombes Pol. Rudi menjelaskan, indeks persepsi korupsi di Indonesia sejak tahun 1999 hingga 2019 menunjukkan trend yang meningkat. Sesuai rilis oleh Transparancy Internasional, CPI Indonesia mengalami penurunan 4 point dibandingkan tahun 2021 dari 38 menjadi 34 point atau berada di peringkat 110 dari 180 negara.

Jika dibandingkan dengan Indexs Percepsi Korupsi (IPK) tahun 2022 yang diraih oleh negara-negara ASEAN, Indonesia berada dibawah Singapura 83 point, Brunei Darussalam 60 point, Malaysia 47 point, Timur Leste 42 point, Vietnam 42 point dan Thailand 36 point.

Fungsi Tipikor Polri yang tersebar pada 34 Polda dan 501 Polres, Ditipidkor Bareskrim Polri memiliki 3.085 penyidik yang tersebar pada 34 Kepolisian Daerah (Polda). "Mari kita berantas korupsi mulai dari diri sendiri, lingkungan dan keluarga. Jangan korupsi, kasihan anak istri karena ikut diperiksa. Korupsi di Indonesia ini tidak akan pernah selesai kalau oknum APH bermain dan para pejabat bermain," pungkasnya.

Profil singkat Kombes.Pol. Rudi Heru Susanto, SH, MH selaku Penyidik Madya Tingkat II Bareskrim Polri ini pernah meraih peringkat terbaik I atas pengungkapan kasus Tipidkor tingkat Polres se-Indonesia pada Tahun 2010 dan 2011.

Ngobrol santai dengan tema seputar korupsi tersebut antara lain dihadiri oleh Plt. Asisten II Setda Kota Bima, Ahmad Mufrad, Ketua DPRD Kota Bima, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Raba Bima, kepala KSOP Kelas III Lembar, Kepala KSOP Kelas II Pelabuhan Bima, Polres Bima Kota, Kodim 1608 Bima, Kasat Pol PP Kota Bima, Kaban Kesbangpol Kota Bima dan Dishub Kota Bima. (Red)