![]() |
Kantor Desa Kombo |
WARTA BIMA,- Dalam beberapa tahun terakhir, lowongan kerja yang ditawarkan oleh Pemerintah untuk menjadi seorang pegawai, khususnya di lingkup Pemerintah Desa Kombo Kecamatan Wawo tampaknya tidak lagi menjadi primadona bagi masyarakat, terutama dikalangan pemuda potensial berusia maksimal 42 tahun.
Terbukti, sejak dibukanya waktu pendaftaran oleh Panitia Seleksi (Pansel) Perangkat Desa Kombo mulai 9 hingga penutupan 16 Desember 2024 kemarin, jumlah pelamar pada tiga formasi jabatan yang disediakan oleh Pemdes Kombo hanya dihiasi 4 orang. Ironisnya, pada formasi Kepala Dusun Rasabou tidak satupun masyarakat yang mengajukan berkas lamaran. Sementara untuk formasi Kasi Pembinaan Kemasyarakatan hanya diminati oleh 1 orang dan formasi Kepala Dusun Doro To'i sedikit lebih banyak yakni 3 orang pelamar.
Fenomena ini nyaris sama dengan proses rekrutmen perangkat Desa Kombo tahun-tahun sebelumnya yang selalu berujung pada diperpanjangnya waktu pendaftaran oleh pihak Pansel di eranya masing-masing.
Ketua Panitia Seleksi Perangkat Desa Kombo Tahun 2024, Muhammad Harmoko yang dikonfirmasi terkait sepinya peminat tersebut enggan berkomentar banyak, karena itu merupakan haknya setiap warga negara terutama masyarakat yang berdomisili di Desa Kombo Kecamatan Wawo.
"Soal minimnya pelamar saya tidak mau berasumsi. Yang jelas kami panitia sudah memberikan waktu selama lebih kurang satu minggu pada masyarakat yang ingin mengikuti tes seleksi perangkat desa ini," ujarnya.
Harmoko mengungkapkan, akibat terjadi kekurangan bahkan nihilnya pelamar terutama pada jabatan Kasi dan Kadus Rasabou tersebut, pihaknya saat ini telah memberikan tambahan waktu selama dua hari kepada masyarakat yang ingin mengajukan lamaran untuk berkompetisi dalam seleksi perangkat Desa Kombo tersebut. "Intinya, mulai hari ini sampai Rabu esok kami sudah perpanjang waktu pendaftaran. Bagi masyarakat yang berminat silakan mengajukan lamaran secepatnya, dengan syarat berkas administrasinya harus lengkap," tutur Harmoko kepada Media ini, Selasa (17/12).
Alumni Universitas Mataram ini menyebutkan, dalam pelaksanaan test seleksi nanti, pihaknya bersama Kepala Desa Kombo berjanji akan selalu terbuka dan transparan pada seluruh peserta dan masyarakat umum. Salah satunya dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) layaknya tes CPNS dan PPPK. Selain itu, pihaknya bersama seluruh jajaran Pansel akan menggelar Live Streaming (Siaran langsung) dengan memasang layar lebar di lokasi ujian Aula Kantor Desa Kombo. Pola ini dilakukan terutama pada saat pengisian soal dan lembaran jawaban oleh para peserta tes.
"Untuk lebih transparan dan suksesnya agenda sakral di lingkup Pemdes Kombo ini, kami akan menayangkan siaran langsung seluruh rangkaian seleksi. Mulai dari tes tulis hingga pengumuman nama-nama peserta yang dinyatakan lulus dalam tiga formasi jabatan perangkat desa dimaksud," pungkas Harmoko. (WB-01)