WARTA BIMA,- Anggota DPRD Kota Bima, Asnah Madilau, SH, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Workshop Kewirausahaan yang digelar Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi (KPP) HMI Cabang Bima, Selasa (11/8/2026), di Suhendar Coffee.

Kegiatan yang mengusung tema “UMKM Bangkit; Lokal Berdaya Mendunia” tersebut menjadi ruang penguatan wawasan kewirausahaan bagi generasi muda, khususnya dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal.

Dalam pemaparannya, Asnah menyampaikan bahwa Kota Bima memiliki berbagai potensi UMKM, mulai dari tenunan khas Bima, kuliner, produk olahan, kerajinan hingga usaha berbasis pertanian dan perikanan. Potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan kualitas, inovasi, kemasan, branding, legalitas dan pemasaran agar mampu memiliki nilai tambah serta menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kita memiliki banyak potensi lokal. Tantangannya adalah bagaimana mengolahnya menjadi produk yang berkualitas, bernilai tambah dan mampu bersaing di luar daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan pemasaran digital dan akses pasar, sehingga UMKM tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi mampu memahami kebutuhan konsumen dan membangun jaringan pemasaran yang berkelanjutan.

Selain itu, Asnah menilai iklim investasi dan kemitraan usaha di Kota Bima perlu terus diperkuat. Investasi diharapkan tidak hanya menciptakan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka peluang kemitraan, pasar dan rantai pasok bagi UMKM lokal.


Asnah mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk tidak hanya menjadi konsumen tetapi turut menjadi pelaku dan penggerak ekonomi daerah. “UMKM yang kuat tidak lahir hanya dari bantuan, tetapi dari ekosistem yang mendukung, kualitas produk yang baik, pasar yang terbuka, regulasi yang berpihak dan keberanian untuk berinovasi. Dari potensi lokal, kita bangun kekuatan ekonomi Kota Bima,” pungkasnya. (Red)








 



WARTA BIMA,- Kabar gembira bagi Pemerintah dan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bima. Pasalnya, dalam bulan Agustus 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bima mendapat dana tambahan alokasi transfer ke daerah (TKD) dengan nilai total sebesar, Rp. 277 Milyar.

Dari angka tersebut sebanyak Rp. 202 milyar merupakan Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan dan sisanya Rp.75 Milyar merupakan Kurang Bayar-Dana Bagi Hasil (KB-DBH).

Bupati Bima Ady Mahyudi mengatakan bahwa dengan masuknya dana tambahan ke daerah tersebut, tentunya memiliki arti yang sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Bima, terutama untuk memenuhi alokasi belanja yang tertuang dalam APBD Tahun Anggaran 2026. 

"Hadirnya dana tambahan ini sangat penting untuk kelanjutan pembanguan di daerah Kabupaten Bima," ujar Bupati Bima, Ahad (9/8).

Menurutnya, anggaran sebesar, Rp. 227 milyar tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk merealisasikan belanja prioritas pemerintah daerah yang sebelumnya sudah direncanakan, tapi belum bisa direalisasikan, karena adanya lain-lain pendapatan daerah yang tidak masuk seperti, pendapatan perusahaan tambang yang beroperasi di Provinsi NTB.

Selain itu, dana tambahan ini diharapkan bisa memenuhi belanja jasa Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya tenaga PPPK reguler dan PPPK - PW, sehingga dapat mendorong peningkatan kinerja dan disiplin. Disamping itu, dalam upaya peningkatan kinerja pemerintah desa, anggaran ini secara signifikan penting bagi penambahan belanja wajib (mandatory spending) 10 persen Alokasi Dana Desa (ADD), yang bisa digunakan untuk belanja perioritas pembangunan di Desa.

Bupati Bima menambahkan, dana tambahan ini juga dapat digunakan untuk penambahan belanja iuran BPJS Kesehatan. Peningkatan Kesehatan Masyarakat dalam kerangka cakupan kesehatan semesta/universal health coverage (UHC) yang dititikberatkan pada pencegahan dan pengobatan, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit (seperti imunisasi dan skrining) hingga pengobatan kuratif dan rehabilitatif. Sehingga pada gilirannya akan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian dan membantu menekan angka kematian ibu dan  anak serta mengendalikan laju penyakit sejak dini. (Red)








 

Camat Wawo didampingi Kades Kombo dan Ketua BPD


WARTA BIMA,- Untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan Pilkades Tahun 2026 ini berjalan dengan aman, tertib, lancar dan berintegritas. Pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama jajaran Pemerintah Desa Kombo Kecamatan Wawo, Rabu pagi (5/8), menggelar rapat pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Aula kantor desa setempat.

Kegiatan tersebut antara lain dihadiri Camat Wawo, unsur Forkopimca, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus PKK dan para pemuda yang tersebar di Desa Kombo.

Melalui musyawarah yang berlangsung secara terbuka dan penuh semangat kebersamaan, peserta rapat akhirnya menyepakati susunan Panitia Pilkades yang akan bertugas menyelenggarakan seluruh tahapan Pilkades Kombo. Mulai dari penyusunan jadwal, sosialisasi, pendaftaran bakal calon, penetapan calon, pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, hingga penetapan hasil pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada momen tersebut, seluruh pihak yang hadir terutama warga Desa Kombo sangat berharap kepada para panitia Pilkades yang telah dibentuk, agar bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional, independen, jujur, dan adil serta mengedepankan prinsip netralitas demi terciptanya Pilkades yang aman, damai dan kondusif.

Selain itu, dengan terbentuknya Panitia tersebut seluruh tahapan Pilkades di Desa Kombo Kecamatan Wawo dapat terlaksana dengan baik serta menghasilkan seorang pemimpin (kepala desa) yang mampu mengemban amanah masyarakat dan mendorong kemajuan serta kesejahteraan di tingkat desa.

Panitia Pilkades Kombo

Sementara itu, Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos menegaskan bahwa pembentukan panitia merupakan fondasi awal dalam menyukseskan seluruh rangkaian pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Kombo tahun 2026.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh panitia Pilkades yang telah dibentuk, agar mampu bekerja secara netral, menjunjung tinggi aturan yang berlaku, serta menjaga kepercayaan masyarakat selama proses Pilkades berlangsung.

Disamping itu yang lebih penting lagi, Camat Syarif mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Kombo Kecamatan Wawo, untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman, damai dan kondusif sehingga setiap tahapan Pilkades dapat berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.


Seperti diketahui, struktur panitia Pilkades Kombo yang telah dibentuk tersebut dipimpin oleh mantan komisioner Panwascam Wawo, Muhammad Faisal, S.KM, posisi Wakil Ketua ditempati M. Sadrul Imam, S.Pd, Sekretaris Dede Yusuf, S.AP, Bendahara Haryati Indrasari, S.Pd.,M.Pd. Sementara anggotanya dihuni oleh Heru Iskandar Muda, SH.,MH, Muhammad Yusuf dan Azhar Hakim. (WB-01)









WARTA BIMA,- Untuk mencegah bahaya laten Narkoba ditengah kehidupan masyarakat, puluhan mahasiswa dari Universitas Mbojo Bima yang sedang melaksanakan KKN di Desa Riamau Kecamatan Wawo menggelar Sosialisasi Narkoba di Aula Kantor Desa setempat, Kamis (30/7).

Dalam kegiatan sosialisasi yang diikuti para pelajar (Siswa) dari SMPN 4 Wawo dan masyarakat umum di Desa Riamau tersebut, mahasiswa KKN UMB menghadirkan pembicara dari Satuan Narkoba Polres Bima Kota, AIPDA Musyafirin, SH didampingi Waka Polsek Wawo, IPDA Abdul Haris dan Bhabinkamtibmas Desa Riamau, AIPDA Syaiful, SE.

Waka Polsek Wawo, IPDA Abdul Haris dalam sambutanya, menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para pelajar dan generasi muda yang ada di Desa Riamau, agar bisa sama sama menjaga Harkamtibmas dan menjauhi penyalahgunaan barang haram Narkoba.

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Riamau, AIPDA Syaiful juga menyampaikan sejumlah pesan penting pada warga binaanya, terutama saling menjaga Keamanan dan Ketertiban (Kambtibmas) agar terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Sebelumnya, Kepala Desa Riamau Adisan, S.Sos dalam sambutan singkatnya menyampaikan terima kasih banyak kepada para mahasiswa KKN UMB Bima yang telah menginisiasi penyelenggarakan sosialisasi bahaya Narkoba di wilayah Desa Riamau.

Setelah diawali dengan beberapa sambutan dari jajaran Polsek Wawo dan Kades Riamau. Acara tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi bahaya Narkoba yang disampaikan oleh pemateri dari anggota Kepolisian Sat. Narkoba Polres Bima Kota, AIPDA Musyafirin, SH. 

Seperti diketahui, kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan Bahaya Narkoba sekaligus dampak hukumnya akibat penyalahgunaan Narkoba. Acara sosialisasi ini berjalan dengan aman, tertib dan lancar. (WB-01)






WARTA BIMA,- DPRD Kabupaten Bima menggelar Rapat Paripurna Masa Sidang II Tahun Sidang 2026, dengan agenda penyampaian laporan Pansus Dewan terhadap pembahasan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian kepala desa yang dilanjutkan dengan pengambilan keputusan Dewan serta penyampaian Pandangan Akhir Kepala Daerah, Kamis sore (30/7).

Dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD dan dipimpin oleh Wakil Ketua III DPRD Nazarudin, SH bersama Wakil Ketua I Ny. Murni Suciyanti tersebut, Wakil Bupati Bima, dr.H. Irfan Zubaidy menjelaskan bahwa Ranperda disusun dengan beberapa tujuan utama yaitu memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa, mewujudkan proses pemilihan kepala desa yang demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Selain itu, Pilkades bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel, menjamin proses pengangkatan, pelantikan, pemberhentian dan pengisian jabatan kepala desa berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta menciptakan stabilitas pemerintahan desa sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal, berkualitas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Wabup H. Irfan menyebut, dengan disetujuinya Ranperda tersebut menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bima, tentunya akan memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, peningkatan kualitas demokrasi di tingkat desa.

Oleh karena itu, pihaknya berharap penyelenggaraan Pilkades serentak khususnya diwilayah Kabupaten Bima mulai tahun 2026 ini bisa lebih profesional, transparan dan akuntabel, demi terciptanya stabilitas pemerintahan desa meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di desa dan juga terwujudnya pemerintahan desa yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah Kabupaten Bima yang lebih maju, mandiri dan bermartabat.

Menutup sambutanya, Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Kabupaten Bima atas kerjasama yang sangat baik selama proses pembahasan rancangan Perda dimaksud. (Red)







WARTA BIMA,- Pansus DPRD Kabupaten Bima bersama pejabat terkait Pemerintah Daerah menuntaskan seluruh pembahasan materi Raperda tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa (Pilkades) pada Kamis (30/7).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Pansus Supardi ini difokuskan pada penyesuaian substansi materi Raperda, berdasarkan hasil konsultasi dengan Kanwil Kementerian Hukum Provinsi NTB dan hasil Fasilitasi bersama Biro Hukum Provinsi NTB beberapa hari sebelumnya.

"Alhamdulillah semuanya sudah tuntas, dan sore ini kita siap melaporkan hasil pembahasan Raperda Pilkades dalam forum Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bima", ujar Supardi.


Rapat Pansus tersebut antara lain dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota Pansus, sementara dari pihak eksekutif Pemerintah Daerah dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bima, Drs. H. Masykur, MM dan Kabag Hukum Setda Kabupaten Bima. (Red)








 


WARTA BIMA,- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Hariman, SE,.M.Si mewakili Pemerintah Kabupaten Bima mempresentasikan indikator makro daerah di hadapan Tim Evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Presentasi indikator makro daerah ini dilakukan dalam rangka Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2026. 

Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, SE,.M.Si mengatakan, pemaparan indikator makro tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang menitikberatkan pada keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program serta capaian pembangunan daerah.


Hariman menjelaskan, perkembangan berbagai indikator makro Kabupaten Bima sebagai salah satu gambaran kinerja pembangunan daerah, sekaligus menyampaikan langkah-langkah strategis yang telah dan akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Bima guna meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil. 

"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen daerah dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, akuntabel dan berdampak nyata bagi masyarakat," pungkas mantan Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Bima ini. (Red)









 


WARTA BIMA,- Bupati Bima Ady Mahyudi melakukan penandatanganan Piagam Komitmen Bersama dengan para kepala perangkat daerah terkait dan jajaran RSUD Bima di aula rumah sakit setempat, Kamis (30/7).

Penandatanganan Piagam tersebut menandai "Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.

Bupati Bima Ady Mahyudi yang didampingi Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE, Kepala Dinas Kesehatan Hajah Nurul Wahyuni, SE, MM, Kepala Bappeda Hariman, SE, M.Si dan Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan. MPH menyampaikan beberapa hal dihadapan jajaran ASN lingkup RSUD Bima.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bima, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direktur beserta seluruh jajaran RSUD Bima atas komitmen dan kesungguhannya dalam membangun budaya kerja yang berintegritas melalui pencanangan Zona Integritasini," ujarnya.

Bupati Ady Mahyudi menyebut, keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak ditentukan oleh satu orang pemimpin, melainkan merupakan hasil kerja bersama seluruh pegawai. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh keluarga besar RSUD Bima agar membangun semangat kebersamaan, saling mengingatkan, saling mengawasi dan saling menguatkan dalam menjaga integritas organisasi.

"Mari kita jadikan rumah sakit ini sebagai institusi pelayanan kesehatan yang profesional, bersih, terpercaya serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.


Sementara itu, Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan beserta seluruh manajemen dan pegawai RSUD Bima menyatakan lima poin komitmen untuk mendukung penuh dan berperan aktif dalam Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. Diantaranya, mewujudkan birokrasi Rumah Sakit yang transparan, akuntabel, objektif dan profesional serta menolak dan mencegah segala bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Selain itu, dua poin penting lainnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, tepat, ramah, bermutu dan berorientasi pada kepuasan pasien serta siap menerima sanksi apabila melanggar komitmen. (Red)











Bupati Bima usai menanam pohon


WARTA BIMA,- Hari kedua pelaksanaan program Selasa Menyapa Bupati dan Wakil Bupati Bima di Desa Sondo dan Nonto Tera Kecamatan Monta Rabu kemarin (29/7), difokuskan pada kegiatan Penghijauan dan Pelayanan Terintegrasi.

Setelah diawali dengan olahraga pagi senam sehat bersama masyarakat di Lapangan Desa Sondo, Bupati Bima Ady Mahyudi kemudian bertolak ke Desa Nontotera untuk melakukan peninjauan dan gotong royong peningkatan jalan lingkungan.

Saat peletakan batu pertama peningkatan jalan lingkungan di desa Nontontera tersebut, Bupati Bima meminta kepada kepala desa dan seluruh elemen masyarakat, agar sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat, terlebih dahulu memastikan status  alas hak atau kepemilikan lahan yang menjadi lokasi kegiatan. Kepemilikan lahan harus jelas, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Selanjutnya, Bupati Bima bersama rombongan bertolak menuju Kantor Desa Nonto Tera  untuk melakukan penanaman pohon dan pemasangan prasasti program Selasa Menyapa di halaman kantor desa setempat.

Kegiatan penanaman bibit pohon juga dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati bersama dewan guru dan masyarakat di SDN 1 Nonto Tera. Rombongan kemudian melakukan penghijauan di SMA negeri 2 Monta dan kemudian menuju lapangan desa Sondo  untuk melakukan peninjauan sejumlah titik pelayanan publik baik sektor kesehatan.

Beragam layanan publik yang dihadirkan secara terintegrasi di lapangan desa Sondo antara lain Layanan Kesehatan Ibu Hamil, balita, remaja, lansia, Layanan promotif dan preventif, penyuluhan, deteksi dini, imunisasi, Pelayanan KB gratis, perizinan, gerakan tangan murah (GPM), pelayanan kesehatan ternak, panggung literasi dan beragam layanan terintegrasi lainnya.

Demikian pula untuk kemudahan akses dokumen kependudukan, Tim Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima melakukan Perekaman e-KTP, Penerbitan kartu keluarga, Akta Kelahiran, Kematian, Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Pengurusan Surat Pindah. 

Pelayanan kesehatan


Pemasangan prasasti program Selasa menyapa oleh Bupati Bima yang didampingi Camat Monta di depan kantor Desa Sondo menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan di desa tersebut. (Red)






 


WARTA BIMA,- Bupati Bima Ady Mahyudi didampingi Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy bersama rombongan, kembali menyapa masyarakat Kecamatan Monta melalui program unggulan Selasa Menyapa putaran kedua tahun 2026 pada Selasa dan Rabu (29/7).

Kegiatan Pemerintah Kabupaten Bima di Kecamatan Monta tersebut dipusatkan di Desa Sondo dan Desa Nonto Tera. Dua desa ini merupakan desa ke 44 dan 45 yang dikunjungi oleh Bupati dan Wabup Bima selama pelaksanaan program Selasa Menyapa dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.

Saat tiba di dua desa yang berada di Kecamatan Monta tersebut, Bupati Bima dan Wabup disambut hangat oleh warga, dengan pengalungan selendang tenun Bima dan iring-iringan Hadrah mulai dari ruas jalan depan pekuburan menuju lapangan Desa Sondo yang menjadi pusat kegiatan Selasa menyapa. Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi Ngopi Bareng Pemuda inspiratif dan Bazar UMKM. 

Bupati Bima Ady Mahyudi yang hadir bersama Wakil Bupati  dr. H. Irfan Zubaidy, Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE, para kepala perangkat daerah, Kepala Bagian Lingkup Sekretariat Daerah, Para  Pejabat Eselon III dan pejabat fungsional perangkat daerah, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan penuh masyarakat dalam penjabaran program strategis pemerintah daerah. 

"Kehadiran Bupati, Wakil Bupati beserta para kepala perangkat daerah di tengah masyarakat di samping sebagai wujud terima kasih. Hal ini juga diharapkan bisa menjadi motivasi bagi masyarakat agar dapat terus mendukung program dan kegiatan pemerintah daerah di tingkat desa dan Kecamatan," terang Bupati Bima dihadapan Camat Monta, unsur Muspika,  alim ulama dan tokoh masyarakat Desa Sondo dan Nonto Tera yang menghadiri acara Ngopi Bareng tersebut.

Wakil Bupati dr. H. Irfan yang pada kesempatan tersebut menyampaikan  arahan mengungkapkan bahwa kehadiran pemerintah daerah hingga ke 45 desa untuk memenuhi janji untuk memberikan pelayanan optimal pada titik pelayanan yang ditentukan," jelas Wabup Bima.

Bupati dan Wabup Bima saat menyerahkan bantuan 


Selain arahan, rombongan dan masyarakat yang menghadiri silaturahmi pada malam hari tersebut juga juga menyimak pemaparan dari Salahudin, seorang pemuda inspiratif dari desa Sondo yang memaparkan inovasi pembuatan pupuk Sondo Organik (SONIK) dari material yang mudah didapatkan dan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman.

Pada sesi Ngopi Bareng yang dipandu Raani Wahyuni, ST., MT, M.Sc dan Dr. Karyadin tersebut, Bupati dan Wabup juga membagikan sejumlah bantuan sosial, pangan, peralatan bagi warga disabilitas dan beragam bantuan lainnya. (Red)







 

Sejumlah anggota Kordes saat melakukan penyegelan


WARTA BIMA,- Setelah sempat viral dengan tragedi kelam saat kampanye Pilkada 2024 lalu. Kini, gedung SMPN 2 Wawo kembali digegerkan dengan munculnya sebuah aksi spontanitas berupa penyegelan ruangan seorang pimpinan pada sekolah setempat.

Liputan langsung sejumlah awak Media di lokasi kejadian, Sabtu (25/7). Aksi penyegelan khusus pada ruangan orang nomor 1 di lingkup SMPN 2 Wawo tersebut, dilakukan oleh sejumlah mantan anggota Koordinator Desa (Kordes) Raba dan Kombo yang tergabung dalam Tim Pemenangan Ady-Irfan saat Pilkada 2024 lalu.

Salah seorang eks Ketua Timses Desa Raba (Kordes), M. Yusuf mengungkapkan bahwa tindakan penyegelan pada sebuah ruangan di SMPN 2 Wawo tersebut, murni sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran Kepala Sekolah atas nama Sri Hartati, S.Pd yang baru saja dilantik oleh Bupati Bima pada Rabu kemarin (22/7).

Ia bersama anggota Kordes lainya mengaku sangat kecewa dengan keputusan Bapak Bupati yang mengangkat kembali Ibu Sri Hartati sebagai Kepala SMPN 2 Wawo. Karena sebelum pelantikan, Kepsek yang bersangkutan tidak tercantum sama sekali namanya dalam daftar (lis) calon Kepsek yang diusulan oleh Ketua Tim Kecamatan maupun Kordes Raba dan Kombo. 

"Patut dipertanyakan, kenapa bisa satu nama misterius ini mendadak muncul saat pelantikan kemarin. Aneeh," ujarnya.

Oleh karena itu, Yusuf bersama seluruh anggota tim pemenangan Ady-Irfan yang tersebar di Desa Raba dan Kombo Kecamatan Wawo, saat ini meminta dengan hormat kepada Bupati Bima Ady Mahyudi, agar menempatkan Kepala SMPN 2 Wawo bernama Sri Hartati tersebut, sesuai dengan data yang diusulkan oleh Kordes dan ketua tim kecamatan kepada Bupati maupun pihak BKD Kabupaten Bima beberapa waktu lalu.

Yusuf menambahkan, aksi penyegelan pada sebuah ruangan kepala sekolah tersebut untuk memberikan teguran (Somasi) kepada pihak terkait, terutama Kepsek yang baru dilantik, agar tidak masuk dulu di SMPN 2 Wawo sebelum adanya tindak lanjut dan keputusan yang resmi dari Bupati Bima terkait persoalan tersebut.

"Intinya, kami segel ruangan ini dengan  membawa dua tuntutan utama untuk dipertimbangkan oleh bapak Bupati Bima. Pertama, menolak kehadiran Sri Hartati sebagai kepala sekolah baru di SMPN 2 Wawo dan yang kedua meminta kepada Bupati Bima untuk menempatkan Kepala SMPN 2 Wawo sesuai data yang diusulkan," pungkas Yusuf.

Anggota Kordes saat menyampaikan tuntutan

Aksi penyegelan yang berlangsung aman dan damai tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan Polsek Wawo dan sejumlah personil  Satuan Pol. PP Kecamatan Wawo. (WB-01)









WARTA BIMA,- Setelah melakukan mutasi dan rotasi para pejabat struktural dan fungsional beberapa bulan yang lalu. Bupati Bima Ady Mahyudi Rabu siang (22/7), kembali melantik dan mengambil sumpah sebanyak 274 pejabat struktural dan fungsional yang mengabdi pada sejumlah unit kerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.

Ratusan pejabat yang dilantik tersebut terdiri dari 10 orang pejabat Eselon II, III dan IV. Sementara 264 orang lainya adalah jabatan kepala sekolah mulai dari TK, SD hingga SMP yang tersebar diberbagai wilayah Kabupaten Bima.

Adapun 10 pejabat struktural yang dilantik tersebut antara lain, pada jenjang eselon II, M. Amin, S.Sos yang sebelumnya Kabag Kerjasama Sekretariat Daerah menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zainudin, S.S yang sebelumnya Sekretaris Bakesbangpol menjadi Kepala Bakesbangpol, M. Farid, SKM.,MPH dari jabatan lama Kabid Pembangunan Sosial Budaya Bappeda diangkat menjadi Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima.

Selain itu, pada jabatan struktural eselon III juga dilantik H. Ahyani S.Ag jabatan sebelumnya Analis Kebijakan pada Bagian  Kesra menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, Camat Wera Edison, SE,. Camat Ambalawi Arsyad, SE dan Sekretaris Camat Bolo Gunawan, S.Pd., M.Pd serta satu posisi pada Eselon IV yakni, Kasi Pemerintahan pada Kantor Camat Palibelo dipercayakan kepada Titian Sumarni, SE.

Pada perhelatan mutasi dan rotasi yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Pemkab Bima tersebut, Bupati Ady Mahyudi juga melantik dan mengambil sumpah sebanyak 264 orang Kepala Sekolah mulai dari kepala TK, SD hingga Kepala SMP yang ada di jajaran Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima.



Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutannya usai mengambil sumpah 274 pejabat baru tersebut mengungkapkan, mutasi dan rotasi jabatan di lingkup Pemerintah khususnya Pemkab Bima ini merupakan hal yang lumrah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas birokrasi dan membawa Kabupaten Bima bermartabat makmur dan berkelanjutan.

"Saya berharap kepada semua Bapak dan Ibu yang dilantik ini dapat memahami bahwa jabatan merupakan amanah untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di masa depan. Meskipun jenjang jabatan itu berbeda, tetapi memiliki tujuan pengabdian yang profesional dan pelayanan publik yang berkualitas disegala bidang pembangunan bagi masyarakat," ujarnya.

Khusus kepada para pejabat struktural yang dilantik,  Bupati Bima menaruh harapan besar agar semuanya menjadi motor penggerak reformasi birokrasi yang selaras dengan misi yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bima.

Menutup sambutannya, Bupati Ady Mahyudi meminta kepada seluruh pejabat yang dilantik, agar bisa membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif dan inovatif. Selain itu, yang lebih penting adalah menghilangkan ego sektoral yang selama ini menjadi penghambat percepatan pembangunan, khususnya di wilayah Kabupaten Bima.

Acara pelantikan pejabat tersebut antara lain dihadiri oleh unsur FORKOPIMDA, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE dan sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima. (WB-01)







MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.