WARTA BIMA,- Bupati Bima Ady Mahyudi didampingi Wakil Bupati, dr. H. Irfan Zubaidy bersama jajaran lingkup Pemkab Bima kembali melaksanakan program Selasa Menyapa di Desa Bugis dan Desa Bajo Pulo Kecamatan Sape, Rabu (15/7).

Dalam kegiatan Selasa Menyapa di dua desa tersebut, Bupati Bima bersama rombongan melakukan kunjungan ke sejumlah spot pelayanan publik. Selain itu, Bupati Ady Mahyudi juga memberikan wejangan kepada siswa-siswi SMPN 1 Sape yang sedang mengadakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Bupati Bima yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd, Kadis Pariwisata Muh. Akbar SP., M.Si, Sekretaris Dikbupora H. Fathurahman, S.Pd dan Kepala SMPN 1 Sape Syamsudin, S.Si yang mengunjungi ruangan MPLS.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bima menyampaikan pesan menyentuh kepada para siswa SMPN 1 Sape. "Mudah-mudahan anak-anakku semua sukses mengikuti kegiatan ini dan bisa menyelesaikan ujian. Anak-anak harus belajar yang rajin dan mempersiapkan diri dengan baik agar tidak ketinggalan kelas," ujarnya.

Secara khusus Bupati Bima membekali para siswa dengan wejangan agar mengikuti dengan baik apa yang sudah diajarkan oleh para para guru, mendengarkan nasehat dan tetap belajar dengan tekun dan rajin, agar nantinya masuk sekolah unggulan dengan nilai yang bagus.

Bupati Ady Mahyudi menambahkan, beberapa pejabat teras Pemerintah Daerah yang mendampinginya pada kegiatan Selasa Menyapa di Kecamatan Sape adalah alumni SMP Negeri 1 Sape yang luar biasa.  "Mudah-mudahan generasi selanjutnya mampu mengikuti jejak para seniornya yang telah berhasil meniti karir di birokrasi pemerintah dan juga beragam bidang lainnya yang tentu saja berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara ini," pungkasnya.

Usai memberikan wejangan, Bupati bersama rombongan berkesempatan melakukan sesi foto bersama dengan para siswa dan dewan guru di sekolah setempat. (Red)







WARTA BIMA,- Sebanyak 9 Fraksi di DPRD Kabupaten Bima menyampaikan Pemandangan Umum (PU) Fraksi terhadap Raperda tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa (Pilkades) dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bima, Jum'at, (17/7).

Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua Muhammad Erwin,S.I.P.M.IP didampingi Wakil Ketua DPRD Murni Suciyanti tersebut antara lain dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bima, Bupati Bima yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Drs. H. Masykur, MM, Unsur Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah dan para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.

Dalam rapat tersebut, 9 (sembilan) orang perwakilan fraksi secara bergantian menyampaikan PU Fraksi  masing-masing. Dalam penyampaiannya, secara umum sembilan fraksi dapat menerima Raperda Pilkades ini untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD.

Meski demikian masing-masing fraksi menyampaikan sejumlah pertanyaan dan  saran serta masukan terkait pelaksanaan Pilkades, terutama pentingnya pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi dan Bimtek pada para pelaksana di lapangan agar bisa memahami aturan dan prosedur dalam tahapan Pilkades dengan baik sehingga tidak memicu permasalahan di lapangan.

Setelah paripurna Pemandangan Umum Fraksi ini, nantinya akan dilanjutkan dengan penyampaian jawaban Bupati Bima atas PU Fraksi sekaligus Pembentukan Pansus yang dijadwalkan pada Senin 20 Juli 2026 mendatang. (Red)











WARTA BIMA,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima menggelar rapat kerja menindaklanjuti surat permohonan audiensi dari Forum Umat Islam (FUI) Bima Raya terkait usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur upaya pencegahan penyimpangan perilaku seksual di Kota Bima, Rabu (15/7).

Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kota Bima, M. Ryan Kusuma Permadi, S.H., didampingi anggota DPRD Amir Syarifuddin, S.H.I. selaku Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Asnah Madilau, Haerun Yasin, Khalid Bin Walid, Aswin Imansyah, dan Iwan Kamaruzzaman.

Rapat kerja ini juga turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Kepala Kesbangpol, Kasat Pol PP, para camat se-Kota Bima, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, Ketua BAZNAS Kota Bima, perwakilan pimpinan pondok pesantren, serta Forum Umat Islam (FUI) Bima Raya.

Pada pertemuan tersebut, Forum Umat Islam (FUI) Bima Raya menyampaikan sejumlah pandangan, masukan, dan aspirasi mengenai kondisi sosial yang berkembang di tengah masyarakat serta mengusulkan adanya penguatan regulasi daerah sebagai langkah preventif dalam menjaga ketertiban sosial dan nilai-nilai moral di Kota Bima.

Pimpinan rapat, M. Ryan Kusuma Permadi, S.H., menegaskan bahwa DPRD Kota Bima memiliki kewajiban untuk menerima dan menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Menurutnya, setiap usulan yang disampaikan akan dikaji secara komprehensif dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, aspek akademik, serta kewenangan pemerintah daerah dalam pembentukan suatu peraturan daerah.

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin, S.H.I., menyampaikan bahwa persoalan yang disampaikan dalam forum tersebut merupakan perhatian bersama dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencari solusi.

"Ini menjadi PR kita bersama bagaimana kita memperbaiki daerah yang sama-sama kita cintai. Persoalan ini merupakan persoalan yang serius karena kita melihat adanya degradasi moral yang cukup memprihatinkan di tengah-tengah masyarakat. Penyelesaiannya tentu tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat," ujar Amir.

Lebih lanjut, Amir Syarifuddin menilai bahwa aspirasi yang berkembang tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pembahasan revisi Peraturan Daerah Nomor 7 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) agar mampu menjawab dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

"Kami di Bapemperda memandang perlu adanya percepatan revisi Perda Nomor 7 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat sebagai salah satu instrumen penguatan ketertiban sosial. Namun, penyusunannya harus dilakukan secara komprehensif dan partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta keterwakilan seluruh agama yang ada di Kota Bima. Dengan demikian, regulasi yang dihasilkan memiliki dasar hukum yang kuat, menjunjung nilai keadilan, menghormati keberagaman, serta dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.

Dalam rapat tersebut, para peserta juga sepakat bahwa setiap langkah yang akan ditempuh harus tetap berada dalam koridor konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan partisipatif dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat.

Rapat kerja berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis. Seluruh masukan yang berkembang akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut oleh DPRD Kota Bima bersama Pemerintah Kota Bima dan para pemangku kepentingan lainnya sesuai mekanisme pembentukan peraturan perundang-undangan.

DPRD Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penyerapan aspirasi masyarakat secara objektif, transparan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pembangunan Kota Bima. (Red)






 



WARTA BIMA,- Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE, meninjau progres akhir pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, Selasa (14/7). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target sekaligus mengecek kesiapan operasional rumah sakit yang akan mulai melayani masyarakat secara bertahap bulan ini.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala daerah didampingi Direktur RSUD Kota Bima, kontraktor pelaksana, Pelaksana Tugas Inspektur Kota Bima, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Bima.

Direktur RSUD Kota Bima, dr. Fathurrahman, FISQua, FIHFAA, mengatakan proyek pembangunan telah memperoleh perpanjangan waktu melalui adendum kontrak selama 65 hari. Menurut dia, secara keseluruhan progres pekerjaan masih sesuai jadwal, meski penyelesaian sejumlah pekerjaan sempat terkendala pasokan material.

Kendala utama, kata dia, berasal dari keterbatasan pasokan mortar dan material acian untuk pemasangan bata ringan. Material tersebut didatangkan dari Surabaya dan setiap pengiriman hanya mampu mengangkut sekitar 100 hingga 150 sak. Jumlah itu habis digunakan dalam waktu sekitar dua hari sehingga distribusi harus dilakukan secara berulang. Di sisi lain, meningkatnya biaya transportasi turut memengaruhi kelancaran pengiriman material ke lokasi proyek.

Meski pembangunan belum sepenuhnya selesai, RSUD Kota Bima akan mulai memindahkan sebagian layanan ke gedung baru pada Juli 2026. Proses tersebut dilakukan secara bertahap sembari pemerintah daerah menyelesaikan perizinan operasional agar pelayanan dapat berlangsung di dua lokasi secara bersamaan.

Pada tahap awal, layanan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) akan dioperasikan di gedung baru. Adapun pelayanan rawat inap masih tetap berlangsung di gedung RSUD lama hingga seluruh instalasi rawat inap di bangunan baru selesai dan siap difungsikan.

Direktur RSUD menyebutkan, setelah seluruh fasilitas, terutama ruang rawat inap, rampung, seluruh pelayanan rumah sakit akan dipindahkan ke gedung baru secara menyeluruh.

Dalam peninjauan itu, Wali Kota A. Rahman meminta seluruh pihak yang terlibat memperkuat koordinasi agar penyelesaian proyek tidak melampaui target waktu sekaligus tetap menjaga mutu pekerjaan.

Ia juga menekankan pentingnya mematangkan seluruh persiapan operasional, mulai dari penyelesaian perizinan, penyediaan sarana pendukung, hingga skema pemindahan layanan. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu selama masa transisi menuju operasional penuh gedung RSUD Kota Bima yang baru. (Red)









Hariman, SE.,M.Si

WARTA BIMA,- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) bersama pihak Inspektorat dan Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bima, memfasilitasi kegiatan pendampingan penyempurnaan hasil Evaluasi Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Perangkat Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat BAPPEDA Kabupaten Bima, Jum,at (10/7).

Kepala BAPPEDA Kabupaten Bima, Hariman, SE.,M.Si mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti hasil evaluasi SAKIP melalui penyempurnaan dokumen perencanaan dan dokumen kinerja sesuai rekomendasi evaluator.

Menurutnya, kegiatan pendampingan ini difokuskan pada perbaikan berbagai komponen penilaian SAKIP yang meliputi penyelarasan Indikator Kinerja Utama (IKU), Renstra, Renja Tahun 2026, Perjanjian Kinerja (PK), Laporan Kinerja serta kesesuaian dokumen dengan RPJMD Kabupaten Bima dan SIPD RI. 

"Melalui forum ini, perangkat daerah memperoleh pendampingan teknis agar setiap catatan hasil evaluasi dapat ditindaklanjuti secara tepat, sehingga kualitas dokumen perencanaan dan akuntabilitas kinerja semakin meningkat," terang Hariman.

Mantan Kabag Ekonomi dan Irbansus Inspektorat Kabupaten Bima ini mengaku, sebagai koordinator perencanaan pembangunan daerah, BAPPEDA Kabupaten Bima berperan aktif memfasilitasi proses penyempurnaan hasil evaluasi SAKIP, dengan menghadirkan Inspektorat dan Bagian Organisasi Setda sebagai pendamping teknis. 


Hariman menambahkan, sinergi ini diharapkan mampu memperkuat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di seluruh perangkat daerah, mewujudkan perencanaan yang lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada hasil, sekaligus mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta nilai SAKIP Pemerintah Kabupaten Bima. (Red)










WARTA BIMA,- Ketua Dekranasda Kabupaten Bima, Murni Suciyanti Ady Mahyudi memanfaatkan kesempatan mengikuti rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas Tahun 2026 dengan mengunjungi sejumlah stand pameran kerajinan dari berbagai provinsi serta kabupaten dan kota se-Indonesia yang dipusatkan di Trans Studio Mall (TSM) Kota Makassar Sulsel, Kamis (9/7).

Dalam kunjungannya, Murni Suciyanti menyaksikan beragam produk unggulan daerah, mulai dari wastra tradisional, kriya berbahan alam, anyaman, tenun, hingga produk ekonomi kreatif yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Ia juga berdialog dengan para perajin dan pengelola stand untuk bertukar informasi mengenai inovasi produk, pengemasan, serta strategi pemasaran.

Menurutnya, pameran Dekranas merupakan ruang yang sangat penting untuk memperluas wawasan sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan produk kerajinan daerah. "Setiap daerah memiliki keunikan dan kekuatan tersendiri. Banyak inovasi yang bisa menjadi referensi untuk terus meningkatkan kualitas produk kerajinan Kabupaten Bima agar semakin berdaya saing," ujarnya.

Murni Suciyanti yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima ini menambahkan, momentum Dekranas tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga wadah mempererat jejaring antardaerah dalam mendukung kemajuan UMKM dan pelestarian warisan budaya Indonesia.

Seperti diketahui, Pameran HUT ke-46 Dekranas Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Makassar tersebut diikuti oleh ratusan stand dari Dekranas Pusat, Dekranasda provinsi, kabupaten, kota, kementerian, serta pelaku UMKM dari berbagai penjuru tanah air. Kegiatan ini menjadi etalase kekayaan kriya dan wastra Nusantara sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk kerajinan Indonesia. (Red)







 

Bupati Bima

WARTA BIMA,- Upacara peringatan Hari Jadi Bima (HJB) yang ke-386 pada Minggu (5/7) di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bima  Godo-Woha menjadi Puncak seluruh rangkaian kegiatan HJB  tahun ini 

Dalam prosesi upacara yang turut dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.,M.I.P., Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini., Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E., Wakil Bupati Dompu Syirajuddin, S.H, Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, Bupati Bima Ady Mahyudi yang bertindak selaku pembina upacara menyampaikan beberapa pesan.

Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan seluruh elemen masyarakat terhadap roda pembangunan daerah. "perayaan yang mengusung tema "Bersatu Dalam Harmoni" ini harus dijadikan momentum penting untuk mempererat kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Bima ke depan," ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Jadi Bima ini adalah momentum bersama bagi seluruh masyarakat untuk terus bersatu dalam harmoni, menjaga sinergi dan melanjutkan estafet pembangunan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Bima. 

Bupati Bima dalam pidatonya juga mengungkapkan, warisan terbesar yang ditinggalkan oleh para leluhur bukan hanya sejarah yang patut dikenal, tetapi juga nilai-nilai luhur yang harus terus dihidupkan.

"Dari tanah Bima inilah tumbuh generasi-generasi yang berani menghadapi tantangan zaman, namun tetap teguh menjaga identitas budaya, adat istiadat dan nilai-nilai Islam sebagai fondasi kehidupan. Inilah kekuatan sejati yang harus kita rawat dan wariskan kepada generasi penerus," pungkas Bupati Ady Mahyudi.


Hadir dalam upacara peringatan HJB tersebut antara lain unsur FORKOPIMDA, para pejabat teras Pemkab Bima, pimpinan instansi vertikal, BUMN, Majelis Adat Dana Mbojo, Ketua TP PKK Ny. Murni Suciyanti, Ketua Umum GOW Ny. Hj. Anita H. Irfan, Ketua DWP Ny. Fitriani Adel Linggi Ardi, SE serta para tokoh masyarakat.

Personel yang bertugas pada upacara HJB tahun ini, pembaca naskah UUD 1945 Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari, S.IP, Pemimpin upacara Irbansus Inspektorat H. Muhammad Taufan Aga, S.STP., MPA, CGCAE, Perwira Upacara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bima Irfan, DJ, SH, Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Bima, dipandu Korps Musik Drumband Gita Bahana Aparatur Pemkab Bima dan paduan suara Gabungan Guru Kecamatan Woha. (Red)










WARTA BIMA,- Komitmen Kodim 1608/Bima dalam mendukung pemberantasan peredaran narkotika kembali dibuktikan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di RT 04 RW 02 Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Sabtu (4/7). 

Operasi yang dipimpin langsung oleh Pasi Intel Kodim 1608/Bima Kapten Inf. Bambang Herwanto bersama personel gabungan Koramil 1608-07/Monta tersebut berhasil mengamankan dua terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika jenis sabu.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas transaksi narkoba di wilayah Desa Tangga. Menindak lanjuti laporan tersebut, Babinsa setempat melaporkan pada Kodim 1608/Bima untuk dilakukan pendalaman dan koordinasi secara berjenjang. Setelah memperoleh petunjuk yang cukup, tim bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi dan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial DRP (30) dan APM (19).

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa empat klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,07 gram. Selain itu, turut diamankan uang tunai sebesar Rp707.000, tiga unit telepon genggam (Handphone), dua korek api, dua sedotan yang telah dimodifikasi, satu tas kecil, satu dompet, serta satu bendel plastik klip kosong yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika.

Setelah operasi selesai, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti diamankan ke Makodim 1608/Bima untuk pemeriksaan awal sebelum diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Bima. Penyerahan dilakukan langsung oleh Pasi Intel Kodim 1608/Bima kepada Kanit Narkoba Polres Bima Bripka Fikri Rahman, S.H.

Selanjutnya, petugas Satresnarkoba melakukan penimbangan dan pengujian barang bukti menggunakan testing kit dengan hasil seluruh sampel dinyatakan positif mengandung narkotika jenis sabu. Dari hasil pengujian tersebut diketahui berat bersih barang bukti mencapai 0,47 gram.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata sinergi TNI dan Polri dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bima. Kodim 1608/Bima menegaskan akan terus mendukung upaya pemberantasan narkotika serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Langkah tersebut dinilai penting guna mewujudkan generasi muda yang sehat serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan bebas dari narkoba. (Red)













WARTA BIMA,- Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, S.H., didampingi Wakil Ketua II DPRD Kota Bima M. Ryan Kusuma Permadi, S.H., Ketua Komisi II Gina Andriani, serta Anggota DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin, S.H.I., menerima audiensi dan penyampaian aspirasi dari Aliansi BEM Nusantara di Kantor DPRD Kota Bima.

Dalam aksi tersebut, Aliansi BEM Nusantara menyampaikan delapan tuntutan yang menjadi perhatian mereka, yakni evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), evaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pengawasan terhadap alat tera dan timbangan di gudang serta pelabuhan, penanganan kelangkaan dan kenaikan harga LPG 3 kilogram, pemerataan pembangunan jalan dan penerangan jalan, pengaktifan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penertiban aktivitas galian C yang tidak memiliki izin, serta penertiban parkir liar di RSUD Kabupaten Bima.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, S.H., menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan secara terbuka sebagai bagian dari pelaksanaan demokrasi. Menurutnya, DPRD memiliki fungsi untuk menyerap, menampung, dan menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

"DPRD Kota Bima menerima seluruh aspirasi yang disampaikan. Setiap poin tuntutan akan menjadi bahan pembahasan dan akan kami tindak lanjuti melalui mekanisme yang berlaku, baik melalui rapat kerja, rapat dengar pendapat maupun koordinasi dengan instansi terkait," ujarnya.

Syamsurih juga menegaskan bahwa beberapa persoalan yang menjadi tuntutan mahasiswa, seperti kelangkaan LPG 3 kilogram, pengawasan terhadap aktivitas galian C, hingga pengaktifan kembali BUMD, memang telah menjadi perhatian DPRD dan terus dikawal melalui fungsi pengawasan.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Bima, M. Ryan Kusuma Permadi, S.H., menyampaikan bahwa DPRD berkomitmen mengawal setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD sangat diperlukan agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara objektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Audiensi berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Di akhir pertemuan, DPRD Kota Bima menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi yang disampaikan Aliansi BEM Nusantara melalui langkah-langkah konkret sesuai fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang dimiliki DPRD demi kepentingan masyarakat Kota Bima. (Red)






WARTA BIMA,- Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE didampingi Wakil Wali Kota Bima melantik dan mengambil sumpah 89 pejabat Administrator dan Pengawas pada lingkungan Pemerintah Kota Bima, Rabu (1/7). 

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu Kantor Walikota Bima tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, Camat, dan Lurah se-Kota Bima.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum penyerahan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, jabatan bukanlah sebuah hadiah, tetapi ujian yang menuntut integritas, dedikasi, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul, bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT," tegas Wali Kota.

Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak menyalahgunakan kewenangan serta senantiasa menjadikan jabatan sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Wali Kota juga menekankan bahwa masyarakat tidak akan mengingat lamanya seseorang menduduki jabatan, tetapi akan mengingat kualitas pelayanan dan pengabdian yang diberikan.

Selain memberikan pesan kepada pejabat yang dilantik, Wali Kota turut menyampaikan motivasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya mereka yang belum memperoleh kesempatan promosi jabatan. Ia mengajak seluruh ASN untuk tetap menjaga semangat pengabdian, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, perjalanan karier seorang ASN bukanlah perlombaan lari cepat, melainkan maraton panjang yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan dedikasi. Promosi jabatan, lanjutnya, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang ASN, melainkan bagaimana tetap memberikan pelayanan terbaik di mana pun ditempatkan.

Wali Kota juga mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik tidak merasa lebih unggul, sementara ASN yang belum memperoleh promosi tidak merasa kurang dihargai. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan merupakan hasil kerja kolektif seluruh ASN, bukan keberhasilan individu maupun satu organisasi perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Pemerintah Kota Bima, mulai dari keterbatasan ruang fiskal daerah, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan investasi, hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin tinggi.

Untuk itu, ia mengajak seluruh ASN memperkuat budaya kolaborasi, saling mendukung, saling menghargai, dan bekerja secara sinergis demi mewujudkan pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Menutup arahannya, Wali Kota Bima mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang telah dilantik serta berpesan agar senantiasa menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan. Menurutnya, kepercayaan merupakan sesuatu yang sulit diperoleh, namun sangat mudah hilang apabila tidak dijaga dengan baik.

"Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah dan menguatkan ikhtiar kita dalam membangun Kota Bima yang lebih sejahtera," pungkasnya. (Red)












WARTA BIMA,- Menyambut Hari Jadi ke-386 Bima tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bima Senin (29/6) menggelar Pawai Budaya Rimpu bertajuk "Pesona Dana Mbojo" yang kengusung tema "Bima Bermartabat Dalam Harmoni Budaya". 

Pawai yang berlangsung di ruas jalan negara lintas Bima - Sumbawa ini sukses menyedot perhatian warga sepanjang rute pawai dengan pakaian adat khas daerah dan atraksi masing-masing paguyuban Etnis Nusantara yang berpartisipasi pada event tahunan pemerintah kabupaten Bima tersebut.

Pasukan berkuda dari pasukan Kodim 1608/ Bima menjadi yang terdepan pada formasi pawai,  kemudian disusul drumband Gita Bahana Aparatur Pemerintah Kabupaten Bima dan disusul barisan TP. PKK kabupaten Bima, Sekretariat Daerah  barisan lainnya mengenakan busana tenun Bima, Rimpu, sanggentu tembe bagi wanita dan Sambolo  tenun Bima dan saremba tembe.

‎Bupati Bima, Ady Mahyudi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme luar biasa dari seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan yang ikut serta dalam meramaikan pawai budaya ini. 

Ia menyebut, Pawai Rimpu bukan sekadar rutinitas perayaan tahunan, melainkan wujud nyata komitmen kita bersama untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan leluhur Dana Mbojo. "Di usia Kabupaten Bima yang ke-386 ini, melalui tema 'Bima Bermartabat Dalam Harmoni Budaya', saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu, menjaga harmoni, dan bangga terhadap identitas budaya kita sendiri di tengah arus modernisasi," ujar Bupati Ady Mahyudi yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti bersama Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy. Kapolres Bima Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan,.M.Sc, seluruh Kepala Perangkat Daerah beserta staf, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah instansi vertikal l, BUMN, Satuan Pendidikan hingga paguyuban Etnis Nusantara.

Pawai yang berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan penarikan doorprize bagi para peserta pawai dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor dan sejumlah hadiah menarik lainnya. (Red)










 

Bupati Bima membuka festival diawali pemukulan gong


WARTA BIMA,- Pemerintah Kabupaten Bima mengawali rangkaian puncak peringatan Hari Jadi Bima (HJB) ke-386 dengan menggelar Festival Pesona Dana Mbojo di halaman Kantor Bupati Bima, Senin malam (29/6).

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy didampingi Forkopimda menandai   dimulainya perhelatan budaya yang akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 30 Juni sampai dengan 1 Juli 2026.

Malam pembukaan berlangsung semarak dan dihadiri Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan. M.Sc, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah  Adel Linggi Ardi, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita H. Irfan, , pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN, tokoh masyarakat dan ribuan warga yang memadati area festival.

“Bima Bermartabat dalam Harmoni Budaya”, menjadi tema Festival Pesona Dana Mbojo tahun ini, sebagai wadah untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah yang berpadu dengan sentuhan kreativitas masa kini. 

Beragam pertunjukan seni kontemporer berbasis tradisi, kolaborasi musik tradisional Bima oleh talenta lokal, hingga lomba peragaan busana tenun khas Bima dan lomba LASQI menjadi suguhan utama yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutannya mengungkapkan, Festival Pesona Dana Mbojo bukan sekadar agenda hiburan, tetapi memiliki makna yang lebih besar sebagai media untuk merawat sejarah, memperkuat identitas budaya, dan membangun optimisme masyarakat dalam menyongsong masa depan Kabupaten Bima.

Menurutnya, Festival ini menjadi ruang bertemunya tradisi dan kreativitas. Warisan budaya yang kita miliki harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus agar tetap menjadi identitas Kabupaten Bima.


Bupati Bima menambahkan, selain menjadi panggung seni budaya, Festival Pesona Dana Mbojo turut menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memamerkan beragam produk unggulan khas Kabupaten Bima. Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada para pengunjung.

"Melalui Festival Pesona Dana Mbojo ini, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bima berharap semangat mencintai budaya dan produk lokal semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga budaya tidak hanya menjadi warisan yang dijaga. Tetapi juga menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten Bima yang maju, berdaya saing dan Bermartabat. (Red)






MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.