WARTA BIMA,- Momentum Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bima yang berlangsung  Kamis pagi (7/5) dimanfaatkan oleh Bupati Bima Ady Mahyudi untuk melepas dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas. 

Dua pejabat yang resmi memasuki usia pensiun tersebut yakni Drs. Aris Gunawan, M.Si, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah dan Drs. A. Salam Gani, M.Pd, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima.

Selain Bupati Bima hadir pula Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, unsur  Forkopimda, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE, para Staf Ahli Bupati dan asisten Setda, kepala Perangkat Daerah, Camat, pejabat struktural dan fungsional, serta jajaran tenaga pendidik dan peserta upacara Hardiknas 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi atas pengabdian panjang yang telah diberikan kedua pejabat tersebut kepada daerah dan masyarakat Kabupaten Bima.

“Dedikasi, loyalitas dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah pemerintahan merupakan bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Bima," ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa masa purna tugas bukan akhir dari pengabdian, namun menjadi ruang untuk terus memberikan keteladanan dan inspirasi di tengah masyarakat. "Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Bima, kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya atas kerja keras dan ketulusan yang telah diberikan bagi daerah ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bima turut mendoakan agar kedua  PNS yang memasuki masa purna tugas senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan serta kebahagiaan dalam melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat. (Red)






Bupati Bima Ady Mahyudi


WARTA BIMA,- Jajaran Pemerintah Kabupaten Bima menggelar upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lapangan upacara Kantor Bupati Bima, Kamis (7/5). Kegiatan diikuti seluruh pejabat struktural, fungsional dan staf perangkat daerah serta jajaran pendidikan yang mengabdi pada 18 Kecamatan se-Kabupaten Bima 

Pada upacara peringatan Hardiknas yang mengusung  tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" tersebut, Bupati Bima, Ady Mahyudi bertindak selaku Pembina Upacara yang membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. Ia mengajak seluruh pihak untuk kembali meneguhkan komitmen bahwa pendidikan merupakan perjuangan peradaban.

Menurutnya, Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional. “Pendidikan sejatinya bukan hanya proses mentransfer pengetahuan, tetapi proses memanusiakan manusia". Ujar Bupati.

Bupati Bima menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada kepala sekolah dan pemerintah semata. Pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari keluarga, masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, media hingga seluruh komponen bangsa.

Bupati menyebut, nilai gotong royong, kebersamaan, dan semangat Maja Labo Dahu yang menjadi jati diri masyarakat Bima harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun pendidikan yang bermutu dan berkarakter. “Setiap anak yang kita didik hari ini adalah wajah masa depan Kabupaten Bima dan wajah masa depan Indonesia" pungkasnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE dan para pejabat struktural, fungsional, tenaga pendidik, para siswa SD dan SMP dari lima kecamatan terdekat. 

Petugas upacara dipimpin Komandan upacara Bahtiar, S.Pd, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Monta, Pasukan Pengibar bendera (Paskib) Kabupaten Bima dan pengiring lagu Paduan Suara (Padura) gabungan guru SD dan SMP Se-kecamatan Woha.

Pra-acara peringatan Hardiknas tahun ini dimeriahkan atraksi Baris berbaris Paskibra SMPN I Monta, Juara Lomba kreasi Baris Berbaris (LKBB) dengan prestasi Juara Best Of the Best dengan point tertinggi Se Nusa Tenggara Barat di LKBB Logika 2026 SMAN 7 Mataram. ((Red)









WARTA BIMA,- Setelah kembali dari kunjungan kerja di Jakarta, Bupati Bima, Ady Mahyudi langsung bertolak menuju lokasi bencana kebakaran yang terjadi di Desa Monta, Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Rabu (6/5).

Setibanya di lokasi, Bupati langsung berdialog dengan warga terdampak musibah kebakaran sekaligus menyerahkan beberapa bantuan, seperti bantuan tanggap darurat berupa paket  pangan, family kit, terpal dan sandang.

Untuk meringankan beban para warga yang terdampak bencana kebakaran tersebut, Bupati Bima yang didampingi Kalak BPBD  A. Muis S.Sos, Kadis Damkar dan Penyelamatan Ruslan S. Sos, Komisioner BAZNAS H. Hanafi  dan para Kepala Bidang BPBD, Dinas Damkar dan Dinas Sosial Kabupaten Bima menyalurkan bantuan dari Baznas. 

Bupati menyerahkan bantuan dari batu nisan nilai total empat juta rupiah, juga  menyerahkan santunan pribadi kepada para korban bencana kebakaran guna membantu meringankan beban mereka.

“Pemerintah daerah sangat prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga di Desa Monta, semoga tetap diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Ady Mahyudi juga memastikan penanganan pasca-bencana dilakukan secara cepat dan tepat. Disamping itu, dalam tatap muka dengan warga korban musibah kebakaran tersebut Bupati Bima menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga dan berharap kedepan agar tetap berhati-hati berkaitan dengan instalasi listrik dan penggunaan perangkat elektronik dalam rumah tangga.

Kondisi Rumah yang terbakar


Seperti diketahui, peristiwa kebakaran di Desa Monta tersebut terjadi pada Selasa 5 Mei 2026. Akibat musibah ini 2 unit rumah 12 tiang yang berada di RT. 10 Desa Monta terbakar rata dengan tanah, 2 rumah kayu 12 tiang rusak ringan dan 2 rumah batu mengalami rusak ringan. (Red)






WARTA BIMA,- Pemerintah Kabupaten Bima  melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah, Suryadin, S.S.,M.Si menegaskan bahwa tidak ada terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima tahun anggaran 2025,

Pernyataan yang disampaikan oleh Suryadin tersebut ntuk menanggapi informasi yang beredar terkait adanya perbedaan data capaian PAD Kabupaten Bima. 

Menurutnya, selisih angka tersebut lebih disebabkan karena adanya perbedaan basis data yang digunakan. Data yang dirilis Bapenda Kabupaten Bima adalah data sementara yang disampaikan untuk kepentingan pansus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bima sebelum diaudit (unaudit) yang merupakan angka hasil rekon dengan OPD pengelola pendapatan.

Di lain sisi, angka yang dirilis oleh BPS Kabupaten Bima adalah angka sementara yang diberikan oleh BPKAD ke BPS sebelum selesai dilakukan rekon dengan seluruh Perangkat Daerah pengelola pendapatan dan masih dalam proses karena dalam persiapan penyusunan Laporan Keuangan unaudit yang akan diserahkan ke BPK.

Suryadin menyebut, angka final pendapatan adalah angka setelah dilakukan audit BPK yang sekarang masih berproses sampai tanggal 31 Mei 2026. Tindak lanjut hasil audit BPK akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Laporan Realisasi Pertanggungjawaban yang disampaikan ke DPRD yang merupakan hasil final realisasi, baik pendapatan maupun belanja. (Red)






H. Kasnun, saat menunjukan gudang Jagung yang sudah terpisah dengan ruang Dapur dihadapan Camat Wawo, perwakilan dari Dikes dan Korwil BGN


WARTA BIMA,- Polemik soal keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Uma Lengge SPPG Bima Wawo Maria 3 yang dinilai satu atap dengan gudang penyimpanan Jagung akhirnya menemui titik terang, setelah pemilik SPPG mengundang sejumlah pihak untuk memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Bahkan untuk mencarikan solusi terbaiknya terhadap masalah ini, H. Kasnun Ahmad selaku pemilik SPPG Wawo Maria 3 sekaligus Ketua Yayasan Peduli Umat Mbojo, telah menghadirkan secara khusus Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bima dan jajaran Dinas Kesehatan. Tidak hanya itu, H. Kasnun juga mengundang Camat Wawo, Kapolsek dan Danramil Wawo termasuk sejumlah awak Media dan para mahasiswa Wawo yang kerap menyoroti kondisi Dapur MBG Uma Lengge satu atap dengan gudang Jagung dimaksud.

Dalam pertemuan yang berlangsung di SPPG setempat pada Selasa sore (5/5), H. Kasnun mengajak seluruh undangan yang hadir untuk melihat dari dekat kondisi seluruh ruangan tempat pengolahan menu makanan MBG yang ada di Dapur SPPG tersebut. Tidak hanya itu, dirinya juga memberikan kesempatan kepada Korwil BGN, pihak Dikes Kabupaten Bima, unsur Muspika Wawo dan para mahasiswa untuk menyaksikan secara langsung kondisi ruangan dalam area gudang jagung yang kerap disorot oleh para mahasiswa dan Media massa tersebut.

Hal ini untuk menunjukan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para mahasiswa Wawo bahwa keberadaan antara Dapur pengolahan makanan MBG dengan gudang jagung itu tidak satu atap tapi terpisah. Karena kondisi kedua ruangan ini sudah dibatasi dengan sebuah dinding bangunan yang sangat kuat dan kokoh. Bahkan dinding pemisah ruangan dapur dan gudang ini sudah sekat permanen, jangankan Semut angin pun tidak bisa masuk. 

"Pada intinya, saya sangat menghargai perjuangan adik-adik mahasiswa, dan saya tidak alergi dengan kritikan sepanjang kritikan itu sifatnya membangun. Silakan sampaikan aspirasi pada kami, tapi dengan cara yang santun dan beradab," pungkas H. Kasnun.

Korwil BGN saat memerintahkan buat jalur khusus ke gudang Jagung


Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Bima, Bagus Naeni Santoso, S.Pd pada kesempatan tersebut menilai bahwa keberadaan gudang Jagung yang sudah terpisah dengan ruangan pengolahan menu MBG tidak menjadi masalah. Hanya saja dalam hal ini, sarana infrastruktur dan jalur distribusinya yang perlu dibenahi.

"Saya melihat tidak ada masalah di Dapur Uma Lengge SPPG Bima Wawo Maria 3 ini, cuman jalur untuk pendistribusian MBG dan Jagungnya harus dipisahkan. Jangan satu jalur kendaraan seperti ini," ujarnya.

Oleh karena itu, Bagus meminta kepada pihak pengelola SPPG setempat, agar segera membangun dinding pembatas untuk aktivitas bongkar muat jagung bila perlu disekat permanen semua. Dan yang lebih pentingnya lagi, untuk pintu masuk ke gudang ini, buatkan jalur khusus akses jalan di lahan (tanah) yang memang sudah tersedia saat ini di bagian barat lokasi gudang jagung tersebut.

"Intinya, buka jalan baru untuk aktivitas jagung ini, jangan melewati jalur keluar masuk distribusi makanan MBG," imbuhnya.

Bagus Santoso menyebut, aktivitas bongkar muat jagung boleh-boleh saja dilakukan di gudang tersebut, tapi dengan syarat jangan sekali-sekali memasukan Pupuk Bersubsidi seperti UREA dan lainnya. Karena makanan MBG dikhawatirkan bisa terkontaminasi dari pencemaran bahan kimia dalam kandungan pupuk tersebut.

Disisi lain, Korwil BGN Bagus Santoso juga mendesak pengelola Dapur Uma Lengge, agar melakukan pembenahan pada sejumlah ruangan untuk aktivitas pengolahan menu makanan MBG, seperti ruangan untuk Peking harus disekat permanen, fasilitas AC juga harus ditambah karena dirasa cukup pengat. Tidak hanya itu, jalur pencucian Ompreng dengan ruangan yang berhadapan langsung dengan jalur keluar masuknya bahan baku harus ditutup mati, supaya lalat dan hewan kecil lainya tidak bisa masuk di dalam area produksi makanan MBG.


Menanggapi sejumlah permintaan dari Korwil BGN Kabupaten Bima tersebut, pemilik Dapur Uma Lengge SPPG Bima Wawo Maria 3, H. Kasnun berjanji siap gerak cepat untuk merealisasikan sejumlah usulan dari Korwil BGN ini. Bahkan mulai Rabu besok pihaknya akan melakukan eksekusi dengan memerintahkan para tenaga kerja khusus untuk bekerja sesuai arahan Korwil BGN tersebut.

"Pokoknya, mulai besok kami sudah siap bekerja. Paling tidak membuat dinding pembatas antara gudang jagung dengan Dapur MBGnya dulu. Setelah itu baru dilanjutkan pada pembuatan jalan baru menuju gudang dan perbaikan sejumlah ruangan lainya yang ada di SPPG kami," tandasnya. (WB-01)





 


WARTA BIMA- Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, mulai Rabu hingga Kamis (30/4), kembali melaksanakan Program Selasa Menyapa sebagai langkah nyata mendekatkan akses pelayanan publik kepada masyarakat.

Kegiatan yang memasuki Fase kedua tersebut dipusatkan di Desa Kaboro dan Desa Sambori Kecamatan Lambitu sebagai salah satu wilayah dengan kondisi geografis sebagian besar dikelilingi area pegunungan.

Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy bersama Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan, para kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian hadir langsung di tengah masyarakat pada dua desa dimaksud 

Kedatangan rombongan disambut meriah Camat Lambitu Hafid, S.Sos, Muspika, Kepala Desa Kaboro dan Sambori serta pengalungan selendang tenun khas Bima diiringi penampilan Tarian Wura Bongi Monca oleh siswa SMPN 3 Satap Lambitu.

Suasana kebersamaan tampak sejak awal kegiatan yang diawali dengan Ngopi Bareng bersama masyarakat di Lapangan Desa Kaboro. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutannya menyampaikan,  Program Selasa Menyapa tidak hanya berfokus pada pelayanan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat di tingkat desa.

Selain pelayanan kesehatan gratis dan layanan administrasi kependudukan, kegiatan ini juga diramaikan bazar UMKM dan pertunjukan seni budaya daerah yang melibatkan pelajar setempat, seperti Tarian Nangi Dana Doro Tambora oleh siswa SDN Kuta Lambitu dan Tarian Japin Melayu oleh siswa SMPN 3 Lambitu.


Wakil Bupati Bima dalam arahannya menekankan bahwa program Selasa Menyapa merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah daerah dalam mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung, sehingga berbagai kebutuhan dan permasalahan di desa dapat segera ditindaklanjuti.

Pada momen tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima juga menyerahkan 500 bibit pohon kepada masing-masing desa sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan serta upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam di wilayah Kecamatan Lambitu.

Kegiatan Ngopi Bareng di di Desa Kaboro turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita Irfan, Camat Lambitu bersama unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Lambitu, kepala sekolah, alim ulama, serta tokoh masyarakat yang mendukung terselenggaranya kegiatan Selasa Menyapa tersebut. (Red)







Camat Wawo saat memimpin Rakor 


WARTA BIMA,- Pemerintah Kecamatan Wawo Kabupaten Bima menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dan Evaluasi Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh tiga Dapur SPPG di Kecamatan Wawo, Kamis (30/4).

Rakor yang dihelat di Aula Kantor Camat Wawo tersebut dihadiri oleh Danramil Wawo, Kapolsek, Korwil Dikbudpora, para kepala sekolah, kepala desa dan kepala KUPT. Termasuk tiga pemilik SPPG MBG yang tersebar diwilayah Kecamatan Wawo. Diantaranya, SPPG RIZKI Wawo Kambilo, pimpinan Sri Rahmatiar, SPPG Uma Lengge pimpinan H. Kasnun dan SPPG Arumi.

Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos mengatakan, Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk mensinergikan program percepatan penurunan Stunting dengan implementasi nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, Rakor untuk sinergi program Stunting dan MBG ini melibatkan para stakeholder terkait seperti, Puskesmas, Kader PKK dan pihak BGN dalam melakukan sinkronisasi, agar program MBG secara spesifik menyasar kelompok beresiko stunting yakni, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita.

Selain itu, rapat koordinasi ini dalam rangka untuk mengevaluasi dan pemantauan pada seluruh desa di Kecamatan Wawo, terkait capaian distribusi makanan serta mengatasi hambatan logistik di lapangan. Disamping itu, Rakor ini juga adalah bagian dari optimalisasi anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang mengingatkan pentingnya efisiensi bahan baku makanan sesuai standar gizi yang ditetapkan guna memastikan kualitas bagi para penerima manfaat.

Camat Syarif mengaku, sesuai instruksi dari Pemerintah Pusat, pihaknya selaku kepala wilayah mulai saat ini akan bertugas memimpin koordinasi pendataan sasaran MBG agar tepat sasaran, terutama bagi warga yang membutuhkan gizi tambahan. Tidak hanya itu, pihaknya akan membangun sinergitas sekaligus menghubungkan satuan pelayanan seperti SPPG dengan kader-kader di desa untuk kelancaran distribusi rutin MBG.

"Saya harap kepada seluruh karyawan SPPG khususnya yang ada di Wawo ini, agar bisa bekerja dengan disiplin dan profesional. Jangan main-main karena anggaran negara yang digelontorkan untuk program MBG ini sangat besarlah," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Camat Wawo juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para penerima manfaat dari makanan MBG, agar tidak sembarangan mengeluarkan kritikan dan hujatan yang berkaitan dengan kualitas menu MBG yang disajikan oleh setiap Dapur SPPG. "Kalau ditemukan ada makanan yang tidak sesuai standar gizi ataupun kondisinya sudah basi dan lainya, silakan ajukan keberatan sesuai mekanisme. Tapi pada intinya, setiap menu yang disajikan oleh para pengelola SPPG itu tidak perlu diprotes lagi, karena semuanya telah diolah sesuai standar gizi yang ditentukan oleh pihak BGN," pungkasnya. 

Peserta Rapat Koordinasi 


Sementara itu, salah seorang pemilik Dapur SPPG di Kecamatan Wawo, H. Kasnun Ahmad dalam Rakor tersebut mengungkapkan bahwa selama ini, SPPG yang dinakhodainya selalu mengikuti peraturan dari Badan Gizi Nasional (BGN) RI, terutama yang berkaitan dengan kualitas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan pada seluruh penerima manfaat seperti siswa mulai dari TK hingga SMA, guru-guru dan Posyandu di Kecamatan Wawo.

H. Kasnun mengaku, selama ini SPPG yang dikelolanya tidak pernah memberikan makanan sembarangan kepada para penerima manfaat. Kalaupun ada masyarakat yang keberatan dengan menu makanan tidak sesuai aturan dari BGN, silakan menyampaikan masukan bahkan teguran, karena itu akan dijadikan motivasi sekaligus bahan evaluasi bagi manajemen SPPG yang dipimpinnya.

"Pada prinsipnya, kalau ada yang merasa keberatan dengan pelayanan yang diberikan, terutama dalam hal menu MBG, silakan disampaikan langsung pada kami selaku pengelola SPPG Uma Lengge. Karena kami sangat terbuka dan senang hati menerima segala masukan dan kritikan dari masyarakat, terutama dari pihak Sekolah dan Posyandu selaku penerima manfaat MBG," tandas H. Kasnun. (WB-01)






WARTA BIMA,-Setelah mengunjungi 18 kecamatan se-Kabupaten Bima selama Tahun 2025 lalu. Pemerintah Kabupaten Bima dibawah kepemimpinan Ady Mahyudi dan dr. H. Irfan Zubaidy, kembali melaksanakan kegiatan Selasa Menyapa putaran kedua Tahun 2026 diberbagai kecamatan dan desa diwilayah Kabupaten Bima.

Dalam pelaksanaan salah satu program unggulan Pemkab Bima ini, Bupati dan Wabup Bima mengawali putaran kedua di Desa Sangga dan Simpasai Kecamatan Lambu mulai Kamis malam hingga Jum,at siang (23/4).

Seperti biasa, saat tiba di Desa Sangga, Bupati Bima bersama rombongan disambut meriah dengan pengalungan Sarung Tenun Bima oleh Kepala Desa dibarengi tarian Hadrah di depan lapangan Desa Sangga.

Selanjutnya pada malam hari digelar kegiatan Ngopi Bareng. Saat tiba di lokasi acara Silaturahmi dengan masyarakat Sangga dan Simpasai di Lapangan desa Sangga tersebut, Bupati dan Wabup Bima disambut Tarian Wura Bongi Monca oleh pelajar SMA Negeri 2 Lambu dan sejumlah tarian lainnya.

Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutanya saat acara Ngopi Bareng mengungkapkan, dalam memimpin Kabupaten Bima bersama Wabup dr. H. Irfan, pihaknya terus berupaya maksimal dan konsisten menjabarkan Visi dan Misi Bima Bermartabat yang telah disampaikan kepada seluruh masyarakat agar dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin.

Dalam acara yang dihadiri para kepala perangkat daerah, Camat Lambu Muaidin, S.Pd, Muspika, para kepala desa dan tokoh masyarakat setempat Bupati mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar Kecamatan Lambu khususnya Desa Sangga dan Simpasai.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan pada kesempatan Ngopi Bareng tersebut mengatakan, dengan segala keterbatasan yang ada, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk menjabarkan visi visi dan misi pembangunan yang telah ditetapkan selama memimpin Kabupaten Bima, paling tidak dalam kurun waktu lima tahun kedepan. (Red)









WARTA BIMA,- Beberapa bulan lalu, sejumlah Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang tersebar wilayah Kabupaten Bima dimutasi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Ironisnya, dari sederet pimpinan penyuluh yang dipindahkan posisinya tersebut, eks Kepala BPP Kecamatan Wawo, Ermi Rahmaniar disinyalir enggan melepas jabatanya. Karena yang bersangkutan hingga kini masih nongol setiap hari di Kantor BPP setempat.

Terkait persoalan tersebut, Kepala BPP Kecamatan Wawo yang baru atau sekarang sudah berubah nama menjadi Koordinator Penyuluh (Korluh) sesuai SK Kementrian Pertanian RI, Emi Kusrini, S.ST yang mintai tanggapanya mengaku tidak nyaman dengan tetap hadirnya setiap hari mantan antasanya di Kantor BPP tersebut. Karena keberadaany dinilai sangat mengganggu aktivitas pekerjaan yang dijalani bersama jajarannya di lingkup BPP Kecamatan Wawo.

"Kami tidak tenang dan nyaman bekerja kalau mantan Kepala ini masih datang terus setiap hari di Kantor BPP Wawo, Karena secara  psikologis, kondisi ini sangat berpengaruh bagi kami," ungkapnya.

Emi Kusrini menyebut, sesuai SK baru yang dikeluarkan oleh pihak Kementrian Pertanian RI terhitung mulai Januari 2026 lalu, mantan Kepala BPP Kecamatan Wawo tersebut sudah dipindahkan  ke Kantor CWS yang berlokasi di Kecamatan Woha Kabupaten Bima, dengan jabatan barunya Tim Kerja (Timker) Kecamatan yang bertugas sebagai Pengawas Pembina.

Sementara itu, terkait adanya indikasi dualisme kepemimpinan di lingkup BPP Wawo tersebut, Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Bima, Ma,ruf, SP yang konfirmasi awak Media ini via Ponselnya menegaskan bahwa jabatan Ermi Rahmaniar itu sekarang tidak lagi menjadi Kepala BPP Kecamatan Wawo. Tapi tugas barunya sebagai Pengawas Pembina Tim Kerja (Timker) kecamatan  yang di SK kan oleh pihak Kementrian Pertanian RI. 

"Mestinya, ibu Ermi ini harus bermarkas di Kantor pusat CWS Timker yang berada di Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Jangan lagi setiap hari masuk di Kantor BPP Wawo, karena tugasnya dia hanya sebagai pengawas pembina," jelasnya.

Ma,ruf menyebut, kalau tugas barunya mantan Kepala BPP Wawo itu hanya sebagai pengawas pembina. Maka yang bersangkutan tidak perlu lagi hadir dan masuk setiap hari seperti ini di Kantor BPP Kecamatan Wawo, cukup sekali seminggu atau minimal 3 kali dalam sebulan.

"Situasi ini berbeda saat ibu Ermi menjadi Kepala BPP Wawo yang memang dituntut oleh aturan harus masuk setiap hari ditempat kerjanya. Tapi kalau posisinya sudah pengawas seperti ini tidak perlu setiap hari ke kantor BPP Wawo," cetusnya.

Oleh karena itu, Ma,ruf berjanji akan memberikan surat teguran untuk kepada mantan Kepala BPP Wawo atas nama Ermi Rahmaniar, agar seorang bawahanya itu tidak lagi masuk kerja setiap hari di Kantor BPP Wawo, tapi harus bermarkas di kantor aslinya CWS yang berkedudukan di Kecamatan Woha Kabupaten Bima. (WB-01)

  





 



H. Kasnun Ahmad


WARTA BIMA,- Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Wawo tak henti-hentinya mendapat sorotan tajam dari masyarakat, terutama para pelanggan air bersih.

Sorotan pada salah satu Perusahaan Daerah itu kembali muncul di ruang publik. Tak tanggung-tanggung kali ini datang dari salah satu tokoh Wawo yang pernah menjabat sebagai Direktur PDAM Cibinong Bogor Jawa Barat beberapa tahun silam, H. Kasnun Ahmad.

Kepada sejumlah Wartawan, Kamis (23/4), H. Kasnun yang juga salah satu pelanggan setia PDAM di wilayah Desa Maria Kecamatan Wawo ini, sangat mengeluhkan manajemen dan pelayanan yang diterapkan oleh jajaran PDAM Wawo. "Saya menilai, salah satu model pelayanan yang kurang baik, bahkan meresahkan para pelanggan itu terkait pendistribusian air bersih. Seperti contoh, airnya terkadang tidak mengalir selama satu minggu sampai 10 hari. Tapi tagihan pembayarannya rutin tiap bulan," ujarnya.

Oleh karena itu, H. Kasnun mendesak pihak PDAM khususnya bagian Distribusi dan Hubungan Langganan (Hublang), agar melakukan evaluasi pada setiap wilayah pelayanan. Apabila Debit airnya masih kurang untuk dilayani setiap hari terhadap konsumen, buatlah jadwal yang pasti hari apa saja setiap jona jaringan distribusi airnya, supaya para pelanggan (konsumen) bisa menyiapkan tempat penampungan air seperti Tong besar untuk kebutuhan sampai 3 hari.

"Air ini merupakan kebutuhan hidup yang sangat vital bagi manusia. Apalagi sebagian dari masyarakat Kecamatan Wawo ini sangat sulit untuk mendapatkan air bersih," ungkap H. Kasnun.

Salah satu pengusaha tersohor di Daerah Bima ini menegaskan, jika distribusi air tidak lancar, tapi penagihannya tetap rutin seperti saat ini, bisa saja kedepan manajemen PDAM Wawo akan dituntut bahkan dilaporkan ke petugas perlindungan konsumen. "Untuk mengatasi persoalan ini, solusi terbaiknya menurut saya, setiap Dusun khususnya di Desa Maria yang tidak mendapatkan suplay air bersih ini diberikan sumur bor untuk kran umum. Kalaupun dituntut oleh konsumen sudah ada sumber air alternatif yang disediakan. Harap disikapi dengan serius agar terhindar dari tuntutan konsumen," cetusnya.

Selain itu, H. Kasnun menyoroti kualitas air dari pipa PDAM yang berada diatas Kantor Polsek Wawo Dusun Panggalasa. Karena kondisi air yang bersumber dari sungai besar (Sori Na'e) tersebut tampak kotor dan berlumpur, sehingga tidak layak dikonsumsi. Pihaknya berharap kepada jajaran PDAM, terutama bagian Distribusi Tranmisi kalau selesai proses perbaikan, buanglah di Wosaut agar jaringan bersih dulu sisa air perbaikan yang kotor baru dari alirkan kepada para pelanggan (konsuman).

Kalaupun tidak ada Wosautnya, ajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah untuk penambahan modal karena wosaut itu sangat penting dan harganya pun tidak mahal. "Usulan saya ini bukan untuk masyarakat Wawo saja, tapi untuk seluruh pelayanan PDAM di wilayah Kabupaten Bima," imbuhnya.

H. Kasnun mengaku, usul saran maupun masukan yang disampaikan tersebut murni untuk kebaikan bersama. Karena dikhawatirkan ada pelanggan PDAM yang kecewa dan mengerti hukum sehingga berujung dilaporkan ke lembaga konsumen, bahkan bisa dituntut juga secara materi seperti yang sering terjadi beberapa kota besar di Indonesia. Imbasnya, PDAM harus membayar kerugian kepada konsumen.

"Salah satu contoh, misalnya tidak ada air lantas beli air galon ataupun pindah tempat tinggal sementara di Hotel dan lainya," pungkasnya. (WB-01)




 

Menu MBG SPPG RIZKI


WARTA BIMA,- Salah seorang pemuda Desa Kambilo Kecamatan Wawo Ramdin alias Rama, memuji sekaligus mengapresiasi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh pihak pengelola Dapur SPPG RIZKI Wawo Kambilo yang dipimpin Sri Rahmatiar.

Kepada Media ini, Rabu (22/4), Rama menilai, kualitas menu yang disediakan oleh manajemen SPPG RIZKI, terutama dalam sepekan terakhir memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Karena pimpinan SPPG bersama seluruh karyawannya menyajikan daging Sapi segar.

Sajian menu daging segar ini bahkan langsung disambut gembira dan sangat antusias oleh seluruh penerima manfaat, terutama siswa-siswi diwilayah Kecamatan Wawo, lebih khusus para pelanggan setia dari SPPG setempat.

Menurut Rama, pemberian menu daging bergizi tinggi ini membuktikan manajemen SPPG RIZKI Wawo Kambilo benar-benar konsisten dalam mengolah sekaligus menyajikan makanan MBG kepada para penerima manfaat.

Salah satu aktivis Wawo yang cukup tenar dengan sapaan Negri Langit ini menyebut, pengelola SPPG RIZKI dinilai telah benar-benar menyediakan menu yang sesuai dengan arahan bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kepala BGN Republik Indonesia.  "Dengan melihat menu daging segar yang disediakan oleh SPPG RIZKI ini, saya berharap kepada dua SPPG lainya di Kecamatan Wawo, agar selalu menyajikan menu yang terbaik sesuai standar gizi yang ditentukan oleh Pemerintah. Paling tidak menu daging Sapi sesuai perintah bapak Presiden RI dan Kepala BGN," ujarnya.

Rama menambahkan, satu hal yang lebih membanggakan lagi dari kualitas menu daging yang disajikan oleh SPPG RIZKI ini sudah mendapat pengakuan dan rapor baik dari para penerima manfaat. Bahkan dinilai yang diberikan oleh siswa dan guru sangat memuaskan dengan rating 1 juta poin. 

"Sungguh luar biasa predikat yang diraih oleh manajemen SPPG RIZKI Wawo Kambilo ini," pungkas Negri langit. (WB-01)






WARTA BIMA,- Dalam dua hari terakhir tepatnya mulai Senin hingga Selasa kemarin (21/4), seluruh siswa Kelas VI pada tingkat Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Wawo, telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh pihak Sekolah masing-masing. 

Namun sayangnya, dari ratusan siswa yang terlibat dalam kompetisi akademik tersebut, 2 orang anak bangsa dari SDN 2 Maria Kecamatan Wawo harus menerima kenyataan pahit. Karena keduanya gagal mengikuti TKA lantaran nama mereka tidak masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di sekolah setempat.

Kedua siswa yang dicampakan oleh Kepala Sekolah dan Operatornya tersebut masing-masing bernama, Zakya Az Zahra dan Ahmad Nazhirul Asrofi.

Merasa khawatir dengan nasib dan masa depan anak yang tidak ikut Tes Kemampuan Akademik (TKA) tersebut, seorang warga yang mengaku sebagai keluarga siswa kepada Media ini usai kegiatan TKA, menyatakan sangat kecewa dengan sikap Kepala Sekolah SDN 2 Maria yang tidak memasukan nama anak-anaknya dalam Dapodik. Padahal keberadaan anak mereka di SDN 2 Maria bukan lagi hitungan hari dan bulan, tapi sudah bertahun-tahun mereka mengenyam pendidikan di sekolah yang bersangkutan.

"Kepala Sekolah, harus bertanggung jawab dengan masalah ini, karena kami menilai kejadian ini sangat merugikan anak kami," sesalnya.

Selain itu, dirinya memprotes pihak sekolah yang dianggap tidak serius mendidik dan memberikan pelajaran pada anak, terutama yang berkaitan dengan pengurusan data siswa dalam Dapodik. "Kami menilai, kasus ini murni akibat keteledoran pihak sekolah, terutama Kepsek dan Operator yang tidak memasukan data dua siswa ini dalam dapodik sekolah. Makanya, kami minta Kepala Sekolah harus bertanggung jawab terhadap persoalan ini," sesalnya.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Maria Kecamatan Wawo, Minarni, S.Pd yang dikonfirmasi Media ini via ponselnya, membenarkan adanya dua orang siswa yang tidak bisa mengikuti TKA tersebut. Namun ia mengaku persoalan ini sudah diselesaikan oleh pihaknya bersama operator yang ada di Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima.

"Intinya, masalah ini selesai bahkan sudah aman, karena data dua siswa yang tidak ikut TKA itu sekarang sudah masuk dalam dapodik sekolah," pungkasnya. (WB-01)








MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.